SUSTAINABLE DEVELOPMENT

Keywords:

Energi, pembangunan berkelanjutan, ketahanan energi, ketahanan nasional.

Interaksi manusia dengan lingkungan adalah proses alami yang berlangsung dari sejak lahir hingga manusia itu mati.  Manusia memerlukan energi untuk proses kehidupannya. Proses penyediaan energi biasanya berupa eksplorasi lingkungan yang berdampak pada keberlanjutan kehidupan semua makhluk hidup di alam,dan bukan hanya manusia.  Ketersediaan sumber energi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan suatu masyarakat.  Dalam konteks ketahanan nasional, ketahanan energi bahkan memegang peran penting karena kekuasaan akan sumber-sumber energi secara tidak langsung menunjukkan kekuatan ketahanan nasional. Sehingga seringkali pembangunan hanya berdasarkan pada pemenuhan kebutuhan energi dan mengesampingkan dampak lingkungan atau faktor keberlangsungan untuk generasi berikut.

Upaya penyediaan energi oleh manusia yang tidak memperhitungkan prinsip keberlangsungan dapat mengakibatkan kerusakan alam yang dampaknya akan dirasakan juga oleh manusia itu sendiri. Prinsip sustainable development atau pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memperhitungkan unsur-unsur lingkungan dan tidak memberikan resiko untuk masa mendatang.  Pembangunan berkelanjutan selama ini belum dilaksanakan secara serius dalam permasalahan energi, padahal penyediaan energi seharusnya berlangsung terus menerus hingga anak cucu kita nanti.  Pembangunan berkelanjutan mermerlukan berbagai dasar ilmu yang menyokongnya antara lain adalah ilmu lingkungan, ekonomi, politik, pembangunan dan lain-lain, agar dapat menghitung segala aspek (sosial, ekonomi, sains) pembangunan untuk saat sekarang tanpa merusak untuk masa depan.

 Mengapa kita harus peduli pada sustainability ?

“ Sustainability is the ability of the earth’s various natural systems and human cultural systems and economies to survive and adapt to changing environmental conditions indefinitely” (Miller & Spoolman, 2010: 5).

Manusia adalah spesies yang paling (merasa) berkuasa di alam, sehingga terkadang lalai akan tanggungjawabnya untuk merawat alam yang memberinya kehidupan.  Manusia membutuhkan energi dalam proses hidupnya dan mengambil energi tersebut dari alam.  Seiring berkembangnya zaman, penguasaan akan energi menjadi hal mutlak dan mengesampingkan faktor sustainability.  Alam yang memiliki caranya sendiri untuk memulihkan diri, lama kelamaan tidak lagi dapat kembali pada elastisitasnya memperbaiki diri akibat eksplorasi energi yang sembarangan.  Proses seleksi alam sudah menggambarkan bagaimana alam bereaksi terhadap organisme yang tidak tahan terhadap seleksinya.  Perubahan  iklim besar yang memusnahkan hampir seluruh spesies makhluk hidup pada zaman purba seharusnya cukup menjadi pelajaran manusia modern, bahwa alam harus dikelola dengan baik demi keberlangsungan hidup semua makhluk hidup.  Itulah mengapa kita harus peduli pada sustainability.  Mengelola yang ada saat ini dengan bijak, dan menyisakan untuk hidup generasi berikutnya.

Key Factors of Sustainability

Bagaimana alam dapat mempertahankan sustainability ? Seperti sudah disinggung bahwa alam memiliki elastisitas alamiah untuk menjaga keseimbangannya. Prinsip sustainability adalah menjaga keseimbangan antara energi solar (matahari), biodiversitas dan siklus kimiawi. Tiga hal tersebut membentuk suatu daya dukung alamiah yang akan selalu mengembalikan alam pada kesetimbangannya apabila mendapat guncangan (kerusakan alam).  Namun demikian, daya dukung lingkungan memiliki kapasitasnya sendiri. Apabila guncangan yang terjadi melebihi kapasitas daya dukung lingkungan, maka alam tidak dapat memulihkan kesetimbangannya sendiri. Sehingga sangatlah penting untuk terus menjaga keseimbangan dari faktor-faktor sustainability yang sudah disebutkan.

1.  Solar energy

          Solar energi (matahari) adalah sumber energi utama bagi kehidupan makhluk di bumi.  Matahari merupakan syarat utama dan paling penting untuk terjadinya fotosintesis bagi tumbuhan yang berada paling bawah dalam piramida makanan. Tanpa sinar matahari, tidak akan ada tumbuhan dan terputuslah rantai kehidupan.  Sinar matahari juga dapat menjadi sumber energi langsung untuk membangkitkan listrik.

2. Biodiversitas

          Biodiversity atau keanekaragaman makhluk hidup sangat penting dalam sustainability development.  Beraneka ragam organisme memiliki fungsi dan peran masing-masing dalam interaksi dengan lingkungannya. Sebagai contoh, dalam suatu rantai makanan di laut yang terdiri dari matahari-alga/fitoplankton-ikan/biota laut-manusia. Jika salah satu organisme atau unsure alam terganggu keseimbangannya (jumlahnya) maka akan mengganggu hidup yang lainnya. Tanpa matahari tidak akan ada fitoplankton, tidak ada ikan dan manusia tidak bisa makan ikan. Pembangunan yang tidak menggunakan prinsip sustainability dapat mengganggu keberlangsungan hidup organisme, interaksinya dengan lingkungannya, dan pada akhirnya mengganggu rantai kehidupan yang menyokong elastisitas alam untuk bertahan dari gangguan.

3. Chemical cycling

 

          Alam melakukan siklus kimiawi secara alamiah sehingga tumbuhan dan hewan dapat tetap hidup dan berkembang biak.  Siklus kimiawi tersebut terjadi terus menerus, berpindah dari lingkungan ke organisme yang hidup di dalamnya.  Air, oksigen, semua unsur hara yang diperlukan makhluk hidup tersedia karena adanya proses siklus kimiawi ini. Tanpa adanya siklus ini, atau terganggunya siklus ini, keberlangsungan hidup makhluk hidup juga dapat terganggu.

—————————————————————————————————-

Energi Lingkungan 1.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s